Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong masyarakat dan jajaran pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Bali untuk memaksimalkan pengelolaan sampah secara optimal, mulai dari hulu hingga hilir.
Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/5), Wamendagri menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pihak swasta, guna menciptakan sistem yang berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari hulu, yaitu dari kesadaran masyarakat untuk memilah dan memilih sampahnya. Kepala daerah dapat berperan besar dengan mengkoordinasikan camat, lurah, kepala desa, hingga banjar-banjar,” ujar Bima Arya.
Ia menyampaikan hal tersebut usai meninjau aktivitas pengelolaan sampah di ecoBali Recycling, Kabupaten Badung, Bali, pada Sabtu (10/5).
Menurutnya, masyarakat Bali memiliki potensi besar dalam mendukung keberhasilan pengelolaan sampah. Dari sisi budaya, masyarakat Bali dikenal dengan kepatuhan terhadap tradisi dan ajaran keagamaan. Sementara dari sisi ekonomi, sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) yang berkembang pesat turut menciptakan peluang dan tantangan dalam pengelolaan limbah.
“Kesadaran di tingkat masyarakat harus dibarengi dengan sistem yang tertata dari pemerintah daerah. Ini momentum penting untuk menjadikan Bali sebagai contoh pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Indonesia,” tambahnya.