Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan bahwa pemerintah provinsi masih mempertimbangkan kelanjutan kontrak penyelenggaraan ajang balap mobil listrik internasional, Formula E, di Jakarta. Pernyataan ini disampaikan Pramono saat menghadiri gelaran balapan ketiga Formula E di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara. Ia menegaskan bahwa keputusan terkait perpanjangan kontrak akan didiskusikan secara mendalam antara pihak penyelenggara dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Ini race yang ketiga. Nanti yang berikutnya apakah akan dilanjutkan atau enggak (kontraknya), tentunya antara penyelenggara dan pemerintah Jakarta bisa duduk-duduk bareng,” ujar Pramono, Minggu (22/6).
Formula E di Jakarta sempat menjadi sorotan sejak pertama kali digelar karena membawa citra internasional bagi kota Jakarta sekaligus memicu berbagai respons publik, mulai dari antusiasme terhadap teknologi ramah lingkungan hingga sorotan atas anggaran dan keberlanjutan penyelenggaraan. Dalam mempertimbangkan perpanjangan kontrak, Pemprov DKI Jakarta disebut akan menilai dari berbagai aspek, termasuk dampak ekonomi, lingkungan, partisipasi masyarakat, dan kemitraan dengan sektor swasta. “Kami ingin semuanya transparan dan memberikan manfaat konkret bagi warga,” lanjut Pramono. Hingga kini, belum ada keputusan final, namun sinyal keterbukaan terhadap evaluasi menyeluruh menjadi langkah awal dalam menentukan masa depan ajang balap bergengsi ini di ibu kota.