Lima Pemimpin ASEAN Kompak Bahas Strategi Hadapi Tarif AS dalam Telewicara

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto melakukan telewicara dengan sejumlah pemimpin negara ASEAN guna menyusun strategi bersama dalam merespons kebijakan tarif timbal balik yang diberlakukan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Telewicara tersebut mempertemukan lima pemimpin Asia Tenggara, yakni Presiden Prabowo Subianto, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Raja Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, serta Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong.

Diskusi dilakukan melalui sambungan telepon, di mana para pemimpin berdialog mengenai dampak ekonomi regional dari kebijakan proteksionis AS serta kemungkinan penyusunan langkah kolektif sebagai bentuk tanggapan ASEAN.

Dalam keterangannya melalui media sosial, PM Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa perbincangan tersebut menekankan pentingnya solidaritas dan kolaborasi regional dalam menjaga kestabilan perdagangan dan ekonomi di Asia Tenggara.

Salah satu hasil konkret dari diskusi itu adalah rencana pertemuan para menteri ekonomi ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Pertemuan ini akan difokuskan untuk merumuskan respons bersama terhadap kebijakan tarif AS dan menyusun langkah-langkah strategis untuk menjaga posisi tawar kawasan dalam perdagangan global.

Presiden Prabowo dalam telewicara tersebut menekankan bahwa ASEAN harus tetap menjadi kekuatan yang mandiri, bersatu, dan tangguh dalam menghadapi tekanan ekonomi eksternal. Ia juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk aktif berperan dalam pembahasan dan implementasi strategi kolektif kawasan.

Diskusi ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran negara-negara ASEAN atas dampak kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang dapat mengganggu stabilitas ekspor, iklim investasi, dan hubungan dagang yang selama ini terjalin secara saling menguntungkan.

Dengan koordinasi yang semakin erat di antara pemimpin kawasan, ASEAN diharapkan dapat menyuarakan sikap yang tegas dan bersatu di kancah internasional, sekaligus menjaga momentum pemulihan ekonomi pasca pandemi dan ketegangan geopolitik global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *